Free Cool Cursors at www.totallyfreecursors.com
THIS IS ME: February 2012

Search This Blog

Saturday, February 11, 2012

KISAH RONALDINHO

Ronaldo Assis de Moreira (born in Porto Alegre, Brazil, March 21, 1980, age 31 years) or better known as Ronaldinho is a Brazilian footballer who played forFlamengo and the Brazilian national team. He can play as an attacking midfielder orstriker.
Ronaldinho played for Gremio, Paris Saint-Germain, Barcelona, and AC Milanbefore joining Flamengo in January 2011. [2] While in Barcelona, he won the UEFAChampions League title and the title of the Ballon d'Or in 2005.
Ronaldinho earned twice FIFA World Player, which in 2004 and 2005. He neverbecame the player with the highest income, surpassed David Beckham from LAGalaxy. [3]
"Ronaldinho" is the name calling and the calls of affection from his first name"Ronaldo." Prior to playing in Europe, the Brazilian people call him "RonaldoGaucho", to distinguish it from Ronaldo, the Brazilian national team colleagues.After Ronaldo's move to Europe, he no longer uses the name "Gaucho" but chose the name Ronaldinho who is better known until now.
Ronaldo has dual citizenship of Brazil and Spain. It gets Spanish passport inJanuary 2007.

Friday, February 10, 2012

 I
Peter Bolesław Schmeichel MBE (IPA[pʰeːd̥ɐ̥ boːlɛslɑʊ̥ smɑːɪ̥g̊l̩], lahir 18 November 1963; umur 48 tahun) adalah salah satu mantanpemain sepak bola yang berposisi sebagai penjaga gawang dan tersukses dalam sejarah Manchester United dan Denmark. Terpilih sebagai Penjaga Gawang Terbaik Dunia tahun 1992 dan 1993, Schmeichel merupakan kunci sukses Denmark pada Piala Eropa 1992. Ia juga ikut serta dalam mempersembahkan The Treble bagi Manchester United ketika memeperoleh juara di Liga Champions,Liga Premier Inggris dan Piala FA pada periode 1998-1999, ketiga piala tersebut dipersembahkannya sebagai 'kado perpisahan' dengan Manchester United.
Lahir di Gladsaxe CopenhagenDenmark, Schmeichel sangat terkenal dengan intimidasi secara fisik mengingat tingginya 1,93 m dan dengan ukuran seragam XXXL tidak hanya menggunakan tangannya semata untuk menghalangi bola masuk ke dalam gawangnya tetapi juga memulai tren penjaga gawang mengaktifkan seluruh bagian tubuhnya untuk menjaga gawang. Schmeichel merupakan pemain sepak bola terbanyak yang tampil di tim nasional Denmark dengan 129 pertandingan serta mencetak 1 gol antara tahun 1987 - 2001, yang tampil di empat Piala Eropa sejak 1988 hingga 2000, serta sekali tampil di Piala Dunia FIFA 1998.
Pada tingkat klub, Schmeichel hingga pensiunnya telah membela 7 klub (Gladsaxe-Hero, HvidovreBrøndbyManchester United,Sporting CPAston Villa, dan Manchester City dengan total penampilan 597 serta mencetak 9 gol. Secara tim ia meraih 10 gelar kompetisi domestik, 9 gelar piala domestik, 2 gelar minor pada kejuaraan antar klub eropa, dan 1 gelar juara Liga Champions Eropa. Secara individual meraih 3 kali Penjaga Gawang terbaik UEFA, 2 kali Penjaga Gawang terbaik Dunia, 3 kali Pemain Terbaik Denmark, 4 kali Penjaga Gawang Terbaik di Denmark, 1 kali Penjaga Gawang Klub terbaik Eropa, Pemain yang bermain 10 musim di Liga Premier, penghargaan khusus Tim dasawarsa ini (1990-an), dan penghargaan Penyelamatan terbaik dekade ini (1990-an) di Liga Premier (21 Desember 1997). Selain itu hingga saat ini Schmeichel masih memegang rekor penampilan terbersih di Liga Premier dengan 42%.
Kini anak pertamanya, Kasper Schmeichel, bermain untuk Notts County yang saat ini berada di kasta keempat kompetisi domestikInggris.

[sunting]Kehidupan Awal

Lahir di wilayah Søborggård, Gladsaxe, Denmark dari ayah seorang berkewarganegaraan Polandia dan ibu Denmark. Pada tahun 1970 mengikuti ayahnya, Peter Schmeichel dan saudara-saudaranya menjadi warga negara Denmark.[2] Dia menghabiskan tahun-tahun awal kehidupannya di kota Buddinge, Kopenhagen, dan memulai karier bermain sepak bola untuk sebuah tim di pinggiran kota yang berdekatan dengan tempat tinggalnya Høje-Gladsaxe. Pertandingan pertamanya terjadi pada 7 Agustus 1972 di usia 8.[3] Setelah dua setengah tahun memiliki rekor tidak terkalahkan, Schmeichel didekati oleh Gladsaxe-Hero, sebuah tim yang berada beberapa divisi di atas Høje-Gladsaxe untuk bermain pada piala junior tingkat provinsi Zealand.
Pada tahun 1981, Schmeichel di promosikan menempati tim senior dengan pelatih pertamanya Svend Aage Hansen yang kelak menjadi ayah mertuanya, ketika Gladsaxe-Hero hampir terdegradasi pada tiga pertandingan terakhir divisi tiga Denmark. Oleh Hansen, ia dipercaya mengawal gawang Hero melawan Birkerød walaupun kalah 0-1 namun penampilan Schmeichel yang sensasional menjadi perbincangan bahkan diulas pada koran lokal.
Informasi pribadi
Nama lengkapPeter Bolesław Schmeichel
Tanggal lahir18 November 1963 (umur 48)
Tempat lahirGladsaxe, Denmark
Tinggi6 ft 4 in (1.93 m)
Posisi bermainPenjaga gawang
Karier junior
1972–1975Høje-Gladsaxe
1975–1981Gladsaxe-Hero
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1981–1984Gladsaxe-Hero46(0)
1984–1987Hvidovre78(6)
1987–1991Brøndby119(2)
1991–1999Manchester United292(1)
1999–2001Sporting CP50(0)
2001–2002Aston Villa29(1)
2002–2003Manchester City29(0)
Total643(10)
Tim nasional
1987–2001Denmark129(1[1]

Thursday, February 09, 2012

Liverpool - Manajer Liverpool Kenny Dalglish berharap partai lawan Manchester United pada akhir pekan ini akan berlangsung sengit, tetapi jauh dari kontroversi.

Laga antara The Red Devils melawan The Reds akhir pekan ini akan menjadi pertemuan pertama antara kedua kesebelasan pasca kembalinya Luis Suarez dari masa hukuman setelah dianggap bersalah dalam kasus rasisme terhadap Patrice Evra.

Suarez memang sudah menjalani hukuman, tetapi ia niscaya akan tetap jadi bulan-bulanan suporter MU di Old Trafford nanti. Pun demikian, Dalglish berharap tidak akan demikian.

"Semua yang terlibat, termasuk media, suporter dan kedua tim punya tanggung jawab untuk menjamin partai akhir pekan ini akan diingat sebagai laga sepakbola yang seru antara dua kesebelasan yang bagus, alih-alih (diingat) karena hal lain," tegasnya di situs resmi Liverpool.

Menurutnya, pertemuan antara Liverpool kontra MU di Anfield akhir Januari lalu, saat Suarez masih dihukum, juga sudah berjalan dengan cara yang tepat. Maka dari itu ia menginginkan publik Old Trafford dapat menghadirkan hal serupa.

"Saya yakin orang akan ingin membicarakan mengenai Luis Suarez, tapi ia sudah menerima hukuman, menjalani sanksi dan kembali melawan Spurs (Tottenham Hotspur) Senin lalu. Ini saatnya bagi kita semua untuk melupakan apa yang sudah terjadi dan maju ke depan," saran Dalglish.